Thursday, May 2, 2019

Pelaksanaan Test TOEFL di Indonesia

Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional, oleh sebab itu sangat penting dalam dunia International. Untuk memahami dan dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, diperlukan pembelajaran, latihan dan menjadi kebiasaaan agar dapat digunakan sehari-hari. Berbicara bahasa Inggris, sangat erat kaitannya dengan TOEFL. Ada dua macam TOEFL, yaitu Institutional Testing Program (ITP) TOEFL dan International TOEFL. Penyelenggara dari International TOEFL adalah kantor di Amerika, dengan menunjuk lembaga-lembaga khusus yang tersebar di seluruh dunia. Adapun Institutional Testing Program (ITP) TOEFL biasanya diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga bahasa Inggris terkemuka, dimana soal-soal yang diujikan tetap mengacu pada model soal International TOEFL. Artinya, secara model dan tingkat kesulitan soal bisa dibilang realtif sama. Bedanya, khusus untuk tes TOEFL ITP, sertifikatnya tidak diakui secara internasional.
   
Sebelum Anda mengambil tes TOEFL, pastikan terlebih dahulu apakah pihak universitas atau pemberi beasiswa menerima Institutional TOEFL. Jika menerima, lebih baik Anda mengambil tes Institutional TOEFL, utamanya karena biayanya jauh lebih murah, bisa seperlima dari biaya International TOEFL


Dengan mengikuti tes TOEFL PBT, para peserta tes mendapatkan manfaat sebagai berikut:


  • Dapat memenuhi syarat kelulusan sekolah atau kuliah.
  • Dapat mengajukan beasiswa/program pertukaran pelajar.
  • Dapat menilai kemajuan belajar yang diraih.
  • Dapat melamar pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan atau instansi besar.


Syllabus of TOEFL PBT
    TOEFL pada dasarnya tidak memiliki silabus khusus. Tes ini disajikan dan tersusun berdasarkan Computer-Based Test. Pertanyaan pertama bersifat umum bagi semua peserta tes. Kemudian, pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban yang akan diberikan oleh peserta tes. Artinya, tingkat kesulitan tes ditentukan oleh jawaban itu sendiri. Pertanyaan dalam tes ini secara kronologis dimulai dari yang termudah hingga tersulit.

     Pada sesi Listening Comprehension, peserta tes harus mendengarkan percakapan native speaker dalam rekaman melalui headphone. Kemudian, mereka harus menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang mereka dengar dalam rekaman tersebut.
Pada sesi Structure and Written Expression, peserta tes harus melengkapi rangkaian kalimat atau mengidentifikasi struktur kalimat yang tidak lengkap atau kurang tepat.
Dan pada sesi Reading Comprehension, para peserta tes harus memahami beberapa bacaan dan memberikan jawaban yang berkaitan dengan bacaan-bacaan tersebut. Sedangkan untuk writing, peserta tes harus membuat sebuah esai sesuai dengan topik yang ditentukan selama 30 menit.

Participant of TOEFL PBT Test
    TOEFL merupakan tes yang mengukur kemampuan seseorang atau warga suatu negara yang negaranya tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional atau bahasa keseharaiannya. Peserta tes yang biasa mengikuti tes ini adalah:

Mereka yang berencana akan belajar ke luar negeri terutama yang proses belajar-mengajarnya menggunakan bahasa Inggris.
Orang-orang yang akan menjadi pegawai suatu instansi pemerintah (CPNS/PNS).
Para calon penerima beasiswa.
Para mahasiswa yang akan menjalani proses kelulusan (calon sarjana).

Receiver of TOEFL PBT Test Score
    Lebih dari 8.000 universitas dan lembaga pendidikan di lebih dari 130 negara menerima hasil nilai tes TOEFL. Selain itu, terdapat beberapa pihak yang biasa membutuhkan nilai TOEFL untuk memenuhi persyaratan tertentu, misal untuk menjadi karyawan atau menempuh tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Pihak-pihak tersebut, antara lain:

Departemen Imigrasi
Lembaga Kesehatan dan Perizinan
Individu
Perusahaan-perusahaan

Cost of TOEFL PBT Test
    Biaya mengikuti tes TOEFL PBT pada umumnya berkisar antara US$160 hingga US$250. Namun, biaya ini disesuaikan dengan daerah masing-masing penyelenggara tes. Untuk di Indonesia, tes TOEFL PBT mematok biaya sekitar Rp275.000 hingga Rp300.000 untuk satu kali tes.

Classification of TOEFL Test SCORE
    Masa berlaku (validitas) sertifikat nilai tesTOEFL hanya berlaku selama dua tahun. Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). Untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini ke dalam empat level berikut (Carson, et al., 1990):

  • Tingkat Dasar (Elementary): 310 s.d. 420
  • Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate): 420 s.d. 480
  • Tingkat Menengah Atas (High Intermediate): 480 s.d. 520
  • Tingkat Mahir (Advanced): 525 s.d 677

Sistem penilaian TOEFL tersebut menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar.
    Sebagai tambahan informasi, biasanya untuk bisa diterima di program SI, skor yang umumnya dibutuhkan adalah sekitar 475 s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor TOEFL-nya lebih tinggi lagi, yaitu sekitar 550 s.d. 600.


No comments:

Post a Comment

close